waduk gajah mungkur

Juli 8, 2011 at 4:00 pm (Uncategorized)

Taman Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur


ALAMAT : Desa Sendang, Kec. Wonogiri
FASILITAS : Di taman rekreasi ini telah tersedia beberapa sarana wisata antara lain :
– Taman Satwa
– Kolam Renang ( Tarif 2.000,- )
– Mainan anak-anak
– Jet sky
– Perahu ( Tarif 3.000,-/sesuai route)
– Sepeda air
– Sarana olah raga gantole
– Rumah makan terapung (karamba)
– Tempat ibadah, Toilet, Tempat Parkir
– Kereta Kelinci (Tarif Rp 1.500,-/ perjalanan )
– Tiket Naik Gajah Rp 3.500,-/ per orang sesuai route
PETA LOKASI : Taman Rekreasi ini letaknya di Selatan Kota Wonogiri (7 Km) bisa ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit dengan kondisi jalan mulus.
TIKET MASUK :
Hari biasa Rp 1.600,-
Hari Libur/besar/Minggu Rp 3.100,-
Paket Lebaran Rp 6.000,-
KETERANGAN :
Taman rekreasi Waduk Gajah Mungkur dibuat setelah pembangunan Waduk Gajah Mungkur selesai. Adalah merupakan suatu kebanggaan bahwa taman rekreasi Waduk Gajah Mungkur menjadi satu-satunya taman rekreasi bagi rakyat Wonogiri maupun rakyat diluar Kabupaten Wonogiri. Dikawasan obyek wisata ini juga dikembangkan Agrowisata berupa pembudidayaan berbagai jenis ikan tawar.
Selain itu juga diadakan event pariwisata Gebyar Gajah Mungkur yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Fitri selama dua minggu di Obyek Wisata/Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pentas kesenian selama dua minggu berupa pentas orkes melayu, campur sari dll dengan tujuan untuk menghibur masyarakat yang berkunjung ke Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur. Event pariwisata ini dikunjungi tidak kurang oleh 100.000 pengunjung. Gebyar Gajah Mungkur ditutup dengan atraksi budaya Sedekah Bumi yaitu berupa upacara ritual yang dilaksanakan oleh Bupati Wonogiri dengan menyebar ketupat kepada pengunjung, setelah penyebaran ketupat dilanjutkan dengan atraksi tari-tarian tradisional di Obyek Wisata Sendang Asri.
Event pariwisata Gelar wisata budaya juga dilaksanakan di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, pada bulan Sura setiap tahun, menampilkan atraksi budaya adat Kabupaten Wonogiri antara lain :
• Kegiatan ruwatan masal, setiap tahun diminati oleh kurang lebih 200 orang baik oleh masyarakat maupun di luar Wonogiri.
• Jamasan Pusaka Milik Mangkunegara I
• Tari Tradisional khas Wonogiri

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

makanan khas wonogiri

Juli 8, 2011 at 3:49 pm (Uncategorized)

Di wonogiri banyak yg bisa di kunjungi buat yg suka wisata kuliner, yg paling terkenal dr wng yaitu baksonya, makanya di jakarta jg banyak di jumpai warung bakso wonogiri, coba sekali2 kalau jajan bakso di jkt tanya sama abangnya asalnya dr mana ada kemungkinnan 65 % penjualnya mungkin dr wngr, sampai2 waktu pas kenalan sama org indonesia yg di doha, begitu menyebut kota asal kami langsung nyeletuk, kok nggak jualan bakso!!!
kalua mau coba bakso di sini byk bgt pilihan di antaranya , bakso bang bejo, bakso gajah mungkur, bakso titoti, bakso cengkal dll, nggak ke hitung deh warung bakso di sini…., kalua mau coba makan sate kambing dan tengkleng yg enak, di deket perempatan gudangseng itu nikmat bgt sate sama tengklengnya, suamiku paling suka makan di sini, selain di sini kami kl cari sate di daerah wuryantoro di depan polres, kl dr arah wngr kota ikuti jalur yg ke arah waduk gajahmungkur.

Yg suka makanan dr ayam jg ga usah binggung di wngr, tanya aja, di mana warung Ayam bakar Bu Pur, Ayam Goreng mbok Tiyem, dan kalau sore di bawah Plinteng semar (batu besar sekali yg di sangga satu buah pohon, letaknya di tenggah kota wngr) ada lesehan yg masakanya enak, yg menyediakan ayam bakar, lele, ikan bakar dll, ada juga warung tenda ayam goreng kampung di depan terminal lama, matap deh….

Nah buat yg suka ikan bakar, cari resto di dekat Waduk Gajah Mungkur, di sini banyak berjejer restoran yg menyediakan Nila bakar, ada Rm Pak Glinding, Sari Rasa dan masih byk lagi, biasanya kalua hari libur rame pengunjugnya. Ikan bakar di sini beda penyajianya, nggak kaya di warung2 seafood yg di jakarta, kl di sini ikan sudah di bumbuin dan di masak setengah matang, begitu ada yg beli baru di bakar, di sajikan dng sebakul nasi, lalap dan sambel trsai, asiknya di sini sambil makan kita bisa menikmati pemandangan waduk gajah mungkur, memang rata2 Rm di daerah sini di bangun di pinggir bendungan, jd selain makan pengunjung juga bisa menikmati indahnya alam sambil mendengarkan gending2/ lagu2 jawa yg dimainkan oleh sekelompok penyinden, yg ngamen dr rumah2 makan di sekitar bendungan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Juli 8, 2011 at 3:44 pm (Uncategorized)

PANTAI PRINGJONO

Lokasi : Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito
Waktu Tempuh : ± 2 jam dari pusat kota Wonogiri.5 menit dari Pantai Nampu
Jenis Wisata : Wisata Alam (Wisata Tirta/Pantai)

Potensi :
– Pantai dengan pasir putih
– Panorama alam yang indah
– Muara sungai bertingkat
– Akses jalan ke pantai lain

Peluang pengembangan :
– Pembuatan MoU penggunaan dan pengelolaan lahan dengan PT. Batik Keris Solo,
– Pembuatan jalan setapak turun ke pantai,
– Pembuatan jembatan penyeberangan sungai,
– Pembuatan jalan setapak ke pantai lain
– Shelter/Gazebo/Rest Area
– Tanda penunjuk arah menuju Pantai Pringjono

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS

Juni 24, 2011 at 7:11 pm (Uncategorized) ()

PENDAHULUAN

Munculnya transformasi paradigma rekam medis dari tradisional menjadi manajemen informasi kesehatan pada pertengahan tahun 1990-an merupakan reformasi baru di bidang informasi kesehatan yang dipicu oleh modernisasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pengelolaan rekam medis dengan format rekaman pada kertas (paper-based record) menjadi rekam kesehatan yang berazaskan pada butiran informasi berbasis komputer (computer-based environment) yaitu rekam medis yang berbasis pada informasi dengan menerapkan teknologi informasi kesehatan. Perekam Medis yang profesional wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan standar kompetensi dan kode etik profesi.

KOMPETENSI PEREKAM MEDIS

Menentukan nomor kode diagnosis pasien sesuai petunjuk dan peraturan pada pedoman buku ICD yang berlaku (ICD-10 Volume 2), Mengumpulkan kode diagnosis pasien untuk memenuhi sistim pengelolaan, penyimpanan data pelaporan untuk kebutuhan analisis sebab tunggal penyakit yang dikembangkan, Mengklasifikasikan data kode diagnosis yang akurat bagi kepentingan informasi morbiditas dan sistem pelaporan morbiditas yang diharuskan, Menyajikan informasi morbiditas dengan akurat dan tepat waktu bagi kepentingan monitoring KLB epidemiologi dan lainnya, Mengelola indeks penyakit dan tindakan guna kepentingan laporan medis dan statistik serta permintaan informasi pasien secara cepat dan terperinci.,
Menjamin validitas data untuk registrasi penyakit, Mengembangkan dan mengimplementasikan petunjuk standar koding dan pendokumentasian

Aspek Hukum Dan Etika Profesi

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu melakukan tugas dalam memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperhatikan perundangan dan etika profesi yang berlaku.

Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu mengelola rekam medis dan informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis, administrasi dan kebutuhan informasi kesehatan sebagai bahan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

Menjaga Mutu Rekam Medis

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan menilai mutu rekam medis.

Statistik Kesehatan

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu menggunakan statistik kesehatan untuk menghasilkan informasi dan perkiraan (forcasting) yang bermutu sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan.

Manajemen Unit Kerja Manajemen Informasi Kesehatan/ Rekam Medis

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu mengelola unit kerja yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, penataan dan pengontrolan unit kerja manajemen informasi kesehatan (MIK) / rekam medis (RM) di instalansi pelayanan kesehatan.

Kemitraan Profesi

Deskripsi Kompetensi : Perekam Medis mampu berkolaborasi inter dan intra profesi yang terkait dalam pelayanan kesehatan
Melaksanakan komunikasi efektif dengan semua tingkatan, Mengikuti berbagai kegiatan sosialisasi antar profesi kesehatan, non kesehatan dan antar organisasi yang berkaitan dengan profesi, Memberikan informasi database MIK dengan efisien dan efektif, Mengidentifikasi kebutuhan informasi bagi pelanggan baik internal & ekternal, Melaksanakan komunikasi dengan teknologi mutakhir (internet, e-mail, fax, dll), Melaksanakan negosiasi dan advokasi tentang pelayanan MIK/rekam medis, Memberikan konsultasi dalam pengelolaan informasi kesehatan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, Menjalin kerjasama dengan Bagian Sistem Informasi RS dalam pengembangan teknologi baru

KODE ETIK

Bahwa memajukan kesejahteraan umum adalah salah satu tujuan nasional yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Kesehatan merupakan salah satu wujud dari kesejahteraan nasional dan mempunyai andil yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas yang dapat mendukung kelangsungan kehidupan bangsa dan terwujudnya cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Rekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan aspek penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan sistem dan penerapannya didukung oleh tenaga profesi yang berkualitas. Karena Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menyangkut kepentingan kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, maka Perekam Medis merasa perlu untuk merumuskan pedoman sikap dan perilaku profesi, baik anggota Perhimpunan Profesional Perekam Medis Indonesia (PORMIKI) maupun Perekam Medis lainnya dalam mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada profesi, pasien maupun masyarakat luas.

Pedoman sikap dan perilaku Perekam Medis ini dirumuskan dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil gunapartisipasi kelompok Perekam Medis dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan kesehatan. Maka berdasarkan pemikiran di atas, Kongres I PORMIKI menyepakati Kode Etik Perekam Medis sebagai berikut:

Kewajiban Umum

1. Di dalam melaksanakan tugas profesi, tiap Perekam Medis selalu bertindak demi kehormatan diri, profesi dan organisasi PORMIKI.
2. Perekam Medis selalu menjalankan tugas berdasarkan standar profesi tertinggi.
3. Perekam Medis lebih mengutamakan pelayanan daripada kepentingan pribadi dan selalu berusaha memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu.
4. Perekam Medis wajib menyimpan dan menjaga data rekam medis serta informasi yang terkandung di dalamnya sesuai dengan ketentuan prosedur manajemen, ketetapan pimpinan institusi dan peraturan perundangan yang berlaku.
5. Perekam Medis selalu menjunjung tinggi doktrin kerahasiaan dan hak atas informasi pasien yang terkait dengan identitas individu atau sosial.
6. Perekam Medis wajib melaksanakan tugas yang dipercaya pimpinan kepadanya dengan penuh tanggungjawab, teliti dan akurat.

Perbuatan/ tindakan yang bertentangan dengan kode etik :

1. Menerima ajakan kerjasama seseorang / orang untuk melakukan pekerjaan yang menyimpang dari standar profesi yang berlaku.
2. Menyebarluaskan informasi yang terkandung dalam rekam medis yang dapat merusak citra Perekam Medis.
3. Menerima imbalan jasa dalam bentuk apapun atas tindakan no.1 dan 2.

Peningkatan Pengetahuan Dan Kemampuan

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan profesional, baik anggota maupun organisasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan profesi melalui penerapan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Kewajiban Terhadap Profesi

1. Perekam Medis wajib mencegah terjadinya tindakan yang menyimpang dari Kode Etik Profesi.
2. Perekam Medis wajib meningkatkan mutu rekam medis dan informasi kesehatan.
3. Perekam Medis wajib berpartisipasi aktif dan berupaya mengembangkan serta meningkatkan citra profesi.
4. Perekam Medis wajib menghormati dan mentaati peraturan dan kebijakan organisasi profesi.

Kewajiban Terhadap Diri Sendiri

1. Perekam Medis wajib menjaga kesehatan dirinya agar dapat bekerja dengan baik.
2. Perekam Medis wajib meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan IPTEK yang ada.

PENUTUP

Demikianlah Standar Profesi Perekam Medis Indonesia yang disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (DPP PORMIKI). Semoga standar ini bermanfaat bagi seluruh Profesi Perekam Medis di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Manajemen Informasi Kesehatan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Contoh Pendokumentasian Hasil Askeb Antenental Dengan Umur Kehamilan

Juni 24, 2011 at 6:57 pm (Uncategorized) ()

No. Register : xxxxxxxxx
Tanggal Kunjungan : xx Februari xxxx
Tanggal Pengkajian : xx Februari xxxx
Nama Pengkaji : xxxxxxxxx

IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama : Ny. “N” / Tn. “N”
Umur : 41 tahun / 45 tahun
Nikah / Lamanya : 1 × / ± 20 tahun
Suku : xxxxxxx
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMP / SMP
Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
Alamat : xxxxxxx
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Ibu mengatakan HPHTnya tanggal xx Mei xxxx.
2. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ke-7 dan pernah mengalami keguguran 1×.
3. Ibu mengatakan kehamilannya sudah berumur 9 bulan.
4. Ibu mengatakan merasakan pergerakan janinnya sejak awal bulan Oktober xxxx sampai sekarang.
5. Ibu mengatakan mengkonsumsi tablet penambah darah.
6. Ibu mengatakan telah mendapatkan suntikan TT pada tanggal xx Desember xxxx di RSUD xxxxx.
7. Ibu mengatakan sebelum hamil ibu menjadi akseptor KB, dengan menggunakan kontrasepsi Pil.

DATA OBJEKTIF ( O )
1. GVII PV AI
2. HTP tanggal xx Februari xxxx.
3. Umur kehamilan xx minggu x hari
4. Pemeriksaan Fisik :
a) Keadaan umum ibu baik dan kesadaran komposmentis
b) Berat badan sebelum hamil : 56,5 kg
Berat badan selama hamil : 64,4 kg
TB : 155 cm
LILA : 27 cm
c) TTV
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80 ×/menit
Suhu : 36,5oC
Pernapasan : 20 ×/menit
d) Konjungtiva tampak merah muda dan tidak ikterus.
e) Tidak ada karies.
f) Tidak ada pembesaran kelenjar Tyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis.
g) Terjadi hiperpigmentasi pada areola mammae.
h) Abdomen
– Pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan
– Tampak striae albicans
Palpasi : – Leopold I : TFU : 34 cm ( 2 jbpx )
– Leopold II : Punggung kiri ( PUKI )
– Leopold III : Presentase kepala
– Leopold IV : BAP
– LP : 90 cm
– TBJ : TFU X LP
: 34 X 90
: 3060 gr.
Auskultasi : DJJ : 136 ×/menit terdengar jelas, kuat dan teratur di bagian kiri abdomen ibu yaitu antara simfisis dengan umbilikus.
i) Pemeriksaan Penunjang
– Pemeriksaan Laboratorium
HB : 10 gr %
Urine : – Albumin : (-)
– Reduksi : (-)

ASSESMENT ( A )

Diagnosa :G VII PV AI, umur kehamilan 38 minggu 3 hari, persentase kepala, puki, BAP, intrauteri, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin baik.

PLANNING ( P )

1. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kehamilannya dalam keadaan normal, letak kepala dan tanda-tanda vital ibu dalam batas normal.
2. Memberikan HE pada ibu tentang :
a) Gizi pada ibu hamil seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, kalsium, dan zat besi seperti telur, kacang-kacangan, hati, daging dan sayuran.
b) Istirahat yang cukup seperti mengurangi aktifitas kerja terutama pekerjaan yang berat dapat menimbulkan kecapaian dan keletihan.
c) Personal hygiene seperti selalu menjaga kebersihan mengganti pakaian, memotong kuku, menjaga kebersihan rambut dan genitalia agar selalu terhindar dari infeksi.
3. Memberikan penjelasan tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan seperti perdarahan jalan lahir, sakit kepala hebat, bengkak pada wajah dan tangan, nyeri perut hebat, demam, pengeluaran cairan dari vagina atau KPD dan penurunan gerakan janin.Jadi apabila ibu mengalami salah satu dari tanda tersebut maka ibu harus segera mencari bantuan ke Puskesmas atau RS terdekat.
4. Penatalaksanaan pemberian tablet Fe 1 X 1, diminum sebelum tidur pada malam hari.
5. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya kelak, dan ibu bersedia mengikuti anjuran tersebut.
6. Menganjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB, dan ibu bersedia mengikuti anjuran tersebut.
7. Mendiskusikan tentang persiapan menghadapi kelahiran yaitu ibu berencana melahirkan di Puskesmas Kassi-kassi, yang akan mendampingi ibu adalah suami.
8. Mengingatkan ibu untuk selalu berdoa, dan ibu bersedia melakukannya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sekilas Tentang SIMKES ( Sistem Informasi Manajemen Kesehatan); Bidang Kedokteran Apa?

Juni 24, 2011 at 6:42 pm (Uncategorized)

SIMKES , bidang apa ya? Bagi para dokter mungkin bidang baru yang di zaman kuliahnya belum ada. Simkes membahas bidang sistem informasi Kesehatan. Ya..bidang IT-lah (informasi teknologi). Berikut saya cuplik dari websitenya UGM tentang bidang simkes:

Sektor kesehatan merupakan bidang yang kaya informasi (information-intensive domain). Sayangnya, bidang ini relatif tertinggal dalam menerapkan konsep, aplikasi maupun inovasi pengelolaan informasi untuk mewujudkan pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu tinggi. Dengan semakin ketatnya persaingan, pengelolaan informasi, pembelajaran, pengetahuan dan kewaskitaan (wisdom) merupakan kunci kelangsungan hidup organisasi kesehatan.

Beberapa organisasi kesehatan di Indonesia menghadapi beberapa masalah seperti lemahnya surveilans, kegagalan pengembangan SIK dan billing systems di beberapa daerah dan rumah sakit menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan terhadap tenaga ahli sistem dan manajemen informasi kesehatan. Tenaga ahli tersebut diharapkan tidak hanya mampu mendiagnosis masalah yang terkait dengan sistem dan manajemen informasi, namun juga mampu memberikan solusi dengan pendekatan sistem (system thinking).

Menanggapi langkanya tenaga ahli sistem dan manajemen informasi kesehatan di Indonesia, minat SIMKES menawarkan sarana, proses, metode pembelajaran dan teknologi terkini untuk menghasilkan tenaga professional dalam bidang sistem dan manajemen informasi kesehatan.

Saat ini SIMKES telah memiliki 4 angkatan dengan jumlah angkatan pertama 19 orang, angkatan kedua 35 orang, angkatan ketiga 33 orang dan angkatan keempat 19 orang. SIMKES telah meluluskan lebih dari 50 orang dari tiga angkatan pertama.

Topik penelitian di SIMKES meliputi :

* Sistem informasi geografis
* Sistem informasi dinas kesehatan, rumah sakit, klinik, dan puskesmas
* Sistem informasi surveilans penyakit
* Sistem informasi kewaspadaan pangan
* Sistem informasi kesehatan pada saat bencana
* E-learning, sistem informasi pendidikan tenaga kesehatan
* Sistem pelaporan gizi, sistem informasi kepegawaian
* Perancangan situs web dinas kesehatan
* dan distribusi spasial kasus malaria.

Minat SIMKES diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga profesional yang menguasai sistem dan manajemen informasi kesehatan. Secara khusus program pendidikan ini bertujuan untuk mendidik peserta agar mampu:

* Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam merancang dan merekayasa sistem informasi untuk peningkatan kinerja pelayanan kesehatan
* Mengidentifikasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem dan manajemen informasi kesehatan.
* Memiliki wawasan yang komprehensif mengenai cakupan informatika kesehatan (dari bioinformatika kedokteran, informatika klinis sampai dengan informatika kesehatan masyarakat termasuk multimedia) dan mengembangkan program informatika kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerjanya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Peran Teknologi Informasi untuk Mendukung ManajemenInformasi Kesehatan di Rumah Sakit

Juni 24, 2011 at 6:39 pm (Uncategorized)

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifatinformation-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh,ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalamdunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaanpengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padatmodal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS,negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya,rumah sakit rerata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi.Di sisi yang lain, masyarakat menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah satu toolpenting dalam peradaban manusia untuk mengatasi (sebagian) masalah derasnya arus informasi.Teknologi informasi (dan komunikasi) saat ini adalah bagian penting dalam manajemeninformasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter akan cepattertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte perkembangan terbaru.Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampumenyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Konvergensidengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dancepat. Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiapdua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepatdan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru. Denganberbagai potensinya ini, adalah naif apabila manajemen informasi kesehatan di rumah sakit tidak memberikan perhatian istimewa. Artikel ini secara khusus akan membahas perkembanganteknologi informasi untuk mendukung manajemen rekam medis secara lebih efektif dan efisien.Tulisan ini akan dimulai dengan berbagai contoh aplikasi teknologi informasi, faktor yangmempengaruhi keberhasilan serta refleksi bagi komunitas rekam medis.
B. Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung manajemen informasi kesehatan
Secara umum masyarakat mengenal produk teknologi informasi dalam bentuk perangkat keras,perangkat lunak dan infrastruktur. Perangkat keras meliputi perangkat input (keyboard, monitor,touch screen, scanner, mike, camera digital, perekam video, barcode reader, maupun alat digitasilain dari bentuk analog ke digital). Perangkat keras ini bertujuan untuk menerima masukandata/informasi ke dalam bentuk digital agar dapat diolah melalui perangkat komputer.Selanjutnya, terdapat perangkat keras pemroses lebih dikenal sebagai CPU (central procesingunit) dan memori komputer. Perangkat keras ini berfungsi untuk mengolah serta mengelolasistem komputer dengan dikendalikan oleh sistem operasi komputer. Selain itu, terdapat jugaperangkat keras penyimpan data baik yang bersifat tetap (hard disk) maupun portabel (removabledisk). Perangkat keras berikutnya adalah perangkat outuput yang menampilkan hasil olahan komputer kepada pengguna melalui monitor, printer, speaker, LCD maupun bentuk responlainnya.Selanjutnya dalam perangkat lunak dibedakan sistem operasi (misalnya Windows, Linux atauMac) yang bertugas untuk mengelola hidup matinya komputer, menhubungkan media input danoutput serta mengendalikan berbagai perangkat lunak aplikasi maupun utiliti di komputer.Sedangkan perangkat aplikasi adalah program praktis yang digunakan untuk membantupelaksanaan tugas yang spesifik seperti menulis, membuat lembar kerja, membuat presentasi,mengelola database dan lain sebagainya. Selain itu terdapat juga program utility yang membantusistem operasi dalam pengelolaan fungsi tertentu seperti manajemen memori, keamanankomputer dan lain-lain.Pada aspek infrastruktur, kita mengenal ada istilah jaringan komputer baik yang bersifat terbatasdan dalam kawasan tertentu (misalnya satu gedung) yang dikenal dengan nama Local AreaNetwork maupun jaringan yang lebih luas, bahkan bisa meliputi satu kabupaten atau negara atauyang dikenal sebagai Wide Area Network (WAN). Saat ini, aspek infrastruktur dalam teknologiinformasi seringkali disatukan dengan perkembangan teknologi komunikasi. Sehingga munculistilah konvergensi teknologi informasi dan komunikasi. Perangkat PDA (personal digitalassistant) yang berperan sebagai komputer genggam tetapi sarat dengan fungsi komunikasi (baik Wi-Fi, bluetooth maupun GSM) merupakan salah satu contoh diantaranya.Perangkat keras (baik input, pemroses, penyimpan, maupun output), perangkat lunak sertainfrastruktur, ketiga-tiganya memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas maupunefisiensi manajemen informasi kesehatan. Beberapa contoh penting yang akan diulas adalah(1)rekam medis berbasis komputer, (2) teknologi penyimpan portabel seperti smart card,(3)teknologi nirkabel dan (4) komputer genggam.B.1. Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record)Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakitadalah penerapan rekam medis medis berbasis komputer. Dalam laporan resminya, Intitute of Medicine mencatat bahwa hingga saat ini masih sedikit bukti yang menunjukkan keberhasilanpenerapan rekam medis berbasis komputer secara utuh, komprehensif dan dapat dijadikan datamodel bagi rumah sakit lainnya[1].Pengertian rekam medis berbasis komputer bervariasi, akan tetapi, secara prinsip adalahpenggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalammanajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagaidata klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi(EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis.Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistempendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosismaupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.Gambar 1. Alert tentang permintaan lab yang berlebihan dalam salah satu model aplikasi rekammedis berbasis komputer B.2. Teknologi penyimpan data portableSalah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang menggunakan pendekatan rujukan
(referral system) adalah continuity of care. Dalam konsep ini, pelayanan kesehatan di tingkatprimer memiliki tingkat konektivitas yang tinggi dengan tingkat rujukan di atasnya. Salah satusyaratnya adalah adanya komunikasi data medis secara mudah dan efektif. Beberapa pendekatanyang dilakukan menggunakan teknologi informasi adalah penggunaan smart card (kartu cerdasyang memungkinkan penyimpanan data sementara). Smart card sudah digunakan di beberapanegara Eropa maupun AS sehingga memudahkan pasien, dokter maupun pihak asuransikesehatan. Dalam smart card tersebut, selain data demografis, beberapa data diagnosisi terakhir juga akan tercatat. Teknologi penyimpan portabel lainnya adalah model web based electronichealth record yang memungkinkan pasien menyimpan data sementara kesehatan mereka diInternet. Data tersebut kemudian dapat diakses oleh dokter atau rumah sakit setelah diotorisasioleh pasien. Teknologi ini merupakan salah satu model aplikasi telemedicine yang tidak berjalansecara real time.Aplikasi penyimpan data portabel sederhana adalah bar code (atau kode batang). Kode batang inisudah jamak digunakan di kalangan industri sebagai penanda unik merek datang tertentu. Hal inijelas sekali mempermudah supermarket dan gudang dalam manajemen retail dan inventori. Foodand Drug Administration (FDA) di AS telah mewajibkan seluruh pabrik obat di AS untuk menggunakan barcode sebagai penanda obat. Penggunaan bar code juga akan bermanfaat bagiapotik dan instalasi farmasi di rumah sakit dalam mempercepat proses inventori. Selain itu,penggunaan barcode juga dapat digunakan sebagai penanda unik pada kartu dan rekam medispasien.Teknologi penanda unik yang sekarang semakin populer adalah RFID (radio frequencyidentifier) yang memungkinkan pengidentifikasikan identitas melalui radio frekuensi. Jikamenggunakan barcode, rumah sakit masih memerlukan barcode reader, maka penggunaan RFIDakan mengeliminasi penggunaan alat tersebut. Setiap barang (misalnya obat ataupun berkasrekam medis) yang disertai dengan RFID akan mengirimkan sinyal terus menerus ke dalamdatabase komputer. Sehingga pengidentifikasian akan berjalan secara otomatis.B. 3. Teknologi nirkabelPemanfaatan jaringan computer dalam dunia medis sebenarnya sudah dirintis sejak hampir 40tahun yang lalu. Pada tahun 1976/1977, University of Vermon Hospital dan Walter Reed ArmyHospital mengembangkan local area network (LAN) yang memungkinkan pengguna dapat logon ke berbagai komputer dari satu terminal di nursing station. Saat itu, media yang digunakanmasih berupa kabel koaxial. Saat ini, jaringan nir kabel menjadi primadona karena penggunatetap tersambung ke dalam jaringan tanpa terhambat mobilitasnya oleh kabel. Melalui jaringannir kabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam database pasien tanpa harus terganggunmobilitasnya.B. 4. Komputer genggam (Personal Digital Assistant)Saat ini, penggunaan komputer genggam (PDA) menjadi hal yang semakin lumrah di kalanganmedis. Di Kanada, limapuluh persen dokter yang berusia di bawah 35 tahun menggunakan PDA.PDA dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupunpanduan terapi/penanganan klinis tertentu. Beberapa situs di Internet memberikan contohaplikasi klinis yang dapta digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA yang sudahdisertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat memiliki akses terhadap
database pasien di rumahs akit melalui jaringan Internet. Salah satu contoh penerapan teknologitelemedicine adalah pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsungmelalui jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsungPDA dan memberikan feedback kepada rumah sakit.
C
. Apa faktor keberhasilan penerapan rekam medis berbasis komputer?
Memang, hingga saat ini tidak ada satu rumah sakit di dunia yang dapat menerapkan konseprekam medis elektronik yang ideal. Namun demikian, beberapa penelitian melaporkankarakteristik dan pengalaman rumah sakit dalam menerapkan rekam medis elektronik. Doolan,Bates dan James[2]mempublikasikan suatu studi tentang keberhasilan penerapan 5 rumah sakitutama di AS yang menerapkan rekam medis berbasis komputer dan mendapatkan penghargaanComputer-Based Patient Record Institute Davies¶ Award. Kelimanya adalah :1. LDS Hospital, Salt Lake City (LDSH) pada 19952. Wishard Memorial Hospital, Indianapolis (WMH) tahun 19973. Brigham and Women¶s Hospital, Boston (BWH) tahun 19964. Queen¶s Medical Center, Honolulu (QMC) in19995. Veteran¶s Affairs Puget Sound Healthcare System, Seattle and Tacoma (VAPS) tahun 2000Kelima rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit pendidikan dengan jumlah tempat tidur bervariasi (dari 246-712 TT). Berdasarkan kepemilikan, 3 diantaranya merupakan rumah sakitswasta non profit (no 1, 3 dan 4), 1 merupakan rumah sakit daerah (nomer 2) dan 1 rumah sakittentara (nomer 5).Rekam medis elektronis telah diterapkan untuk mendukung pelayanan rawat inap, rawat jalanmaupun rawat darurat. Berbagai hasil pemeriksaan laboratoris baik berupa teks, angka maupungambar (seperti patologi, radiologi, kedokteran nuklir, kardiologi sampai ke neurologi sudahtersedia dalam format elektronik. Disamping itu, catatan klinis pasien yang ditemukan olehdokter maupun perawat juga telah dimasukkan ke alam komputer baik secara langsung (dalambentuk teks bebas atau terkode) maupun menggunakan dictation system. Sedangkan pada bagianrawat intensif, komputer akan mengcapture data secara langsung dari berbagai monitor danperalatan elektronik. Sistem pendukung keputusan (SPK) juga sudah diterapkan untuk membantudokter dan perawat dalam menentukan diagnosis, pemberitahuan riwayat alergi, pemilihan obatserta mematuhi protokol klinik. Dengan kelengkapan fasilitas elektronik, dokter secara rutinmenggunakan komputer untuk menemukan pasien, mencari data klinis serta memberikaninstruksi klinis. Namun demikian, bukan berarti kertas tidak digunakan. Dokter masihmenggunakannya untuk mencetak ringkasan data klinis pasien rawat inap sewaktu melakukanvisit. Di bagian rawat jalan, ringkasan klinis tersebut dicetak oleh staf administratif terlebihdahulu.Meskipun menggunakan pendekatan, jenis aplikasi serta pengalaman yang berbeda-beda, namunsecara umum ada kesamaan faktor yang faktor yang menentukan keberhasilan mereka dalammenerapkan rekam medis berbasis komputer, yaitu:Leadership, komitmen dan visi organisasiLeadership dari pimpinan rumah sakit merupakan faktor terpenting. Hal ini ditandai dengankomitmen jangka panjang serta visi sangat jelas. Seringkali klinisi senior yang menjadi leader dalam komputerisasi dan menjalin kerjasama dengan ahli informatika. Selanjutnya komitmentersebut direalisasikan secara finansial maupun sumber daya manusia.

Bertujuan untuk meningkatkan proses klinis dan pelayanan pasien.Kunci keberhasilan kedua pengembangan sistem merupakan investasi untuk memperbaiki danmeningkatkan proses klinis dan pelayanan pasien. Saat ini, seiring dengan isyu medical error danpatient safety, kebutuhan pengembangan IT menjadi semakin dominan.Melibatkan klinisi dalam perancangan dan modifikasi sistem.Di kelima rumah sakit tersebut, berbagai upaya dilakukan, baik formal maupun non formal untuk melibatkan dokter dan dalam perancangan dan modifikasi sistem. Dokter, perawat maupuntenaga kesehatan lain yang memiliki pengalaman informatik dilibatkan sebagai penghubungantara klinisi dan sistem informasi. Hal ini terutama sangat penting dalam merancangn sistempendukung keputusan klinis. Salah satu manajer IT mengatakan bahwa ³We had over 530 peopleinvolved, and doctors hired to help us design screens and everything. The doctors were verymuch part of the effort.´Menjaga dan meningkatkan produktivitas klinisMeskipun diakui bahwa penggunaan komputer menambah beban bagi dokter, tetapi rumah sakitmenyediakan fasilitas yang sangat mendukung. Jaringan nir kabel disediakan agar dokter tetapdapat mengakses data secara mobile. Demikian juga, fasilitas Internet memungkinkan merekamemantau perkembangan pasien dari rumah. Komputer juga tersedia secara merata, untuk rawatjalan perbandingan tempat tidur dengan komputer antara 1:3-5, bahkan di LDS 1:1. Sedangkandi unit rawat jalan 1 ruang 1 komputer.Menjaga momentum dan dukungan terhadap klinisi.Salah satu dokter mengatakan bahwa ³..We demonstrated and talked about it and evangelized theclinical staff that this was something good, something sexy, high tech and innovative and it wasgoing to be expected to be utilized.´ Karena kesemuanya adalah rumah sakit pendidikan, setiapresiden diharuskan menggunakan komputer untuk mencatat perkembangan pasien. Akan tetapi,memelihara momentum agar dokter dapat menggunakan komputer secara langsung bervariasi,dari 3 tahunan hingga satu dekade.Pengalaman di atas mengungkapkan bahwa penerapan IT untuk rekam medis merupakan effortyang luar biasa yang tercermin mulai dari leadership pimpinan, komitmen finansial dan SDM,tujuan organisasi, proses perancangan yang melelahkan, networking antara tenaga medis, nonmedis dan informatik hingga menjaga momentum.
D
. Hambatan dan kendala
Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa masih banyak kendala dalam penerapan teknologiinformasi untuk manajemen kesehatan di rumah sakit. Jika masih dalam taraf pengembangansistem informasi transaksi (misalnya data administratif, keuangan dan demografis) problemsosiokltural tidak terlalu kentara. Namun demikian, jika sudah sampai aspek klinis, tantanganakan semakin besar. Di sisi lain, persoalan kesiapan SDM seringkali menjadi pengganjal.Pemahaman tenaga kesehatan di rumah sakit terhadap potensi TI kadang menjadi lemah karenapemahaman yang keliru. Oleh karena itu penguatan pada aspek pengetahuan dan ketrampilanmerupakan salah satu kuncinya. Disamping itu, tentu saja adalah masalah finansial. Tanpadisertai dengan bantuan tenaga ahli yang baik, terkadang investasi TI hanya akan memberikanpemborosan tanpa ada nilai lebihnya. Yang terakhir adalah kecurigaan terhadap lemahnya aspek security, konfidensialitas dan privacy data medis.

E
. Menerapkan aplikasi
Bagaimana memilih dan menerapkan aplikasi teknologi informasi untuk manajemen kesehatan dirumah sakit?Ini merupakan pertanyaan krusial yang harus dijawab. Melihat pada pengalaman di atas, kitaharus mengembalikan kepada komitmen, visi dan leadership dari organisasi. Apakah ini hanyakarena ikut-ikutan atau memang sudah tertuang dalam rencana stratejik rumah sakit? Selain itu,bagaimana implikasi biaya dan sumber daya manusia? Bagaimana menjalin kerjasama antar berbagai komponen di rumah sakit, baik tenaga medis maupun non medis?Jika pertanyaan tersebut sudah dijawab, kita dapat memilih aplikasi yang sesuai dengankemampuan organisasi. Langkah yang paling penting adalah pengembangan sistem informasitransaksional (data administratif dan klinis sederhana). Selanjutnya, pengembangan level kedua,yaitu sistem informasi manajemen dan sistem sistem informasi eksekutif(sistem pendukungkeputusan) dapat dilakukan kemudian. Aplikasi SMS sebagai reminder bagi ibu hamil untuk memeriksakan secara tepat waktu juga meruapakan salah satu model SPK bagi pasien. Demikianjuga model serupa agar jadwal imunisasi bagi balita tidak terlambat. Investasi yang diperlukancukup dengan komputer yang telah diisi dengan database klinik pasien, nomer HP serta rulemengenai penjadwalan imunisasi. Penerapan jaringan wireless saat ini juga bukan investasi yangmahal. Dan masih seabreg inovasi lain yang dapat dikembangkan.Dari konteks teknologi informasi dan komunikasi, dapat dikatakan bahwa pelbagai aplikasisangat potensial sekali diterapkan di dunia medis. Akan tetapi kita harus memperhatikan bahwahingga saat ini secara kultural, dunia medis, termasuk yang sudah menerapkan infrastruktur elektronik secara canggih sebagian besar transaksi informasi klinis masih berjalan secara face toface[3]. Sehingga tidak salah bila ada yang mengatakan bahwa keberhasilan sistem informasi dirumah sakit 90% merupakan masalah sosial kultural dan hanya 10% saja yang merupakanmasalah informatika.
F. Penutup: refleksi bagi komunitas rekam medis
Mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cukup pesat,komunitas rekam medis perlu memahami berbagai konsep serta aplikasi medical informatics(informatika kedokteran). Informatika kedokteran (kadang disebut juga informatika kesehatan)adalah disiplin yang terlibat erat dengan komputer dan komunikasi serta pemanfaatannya dilingkungan kedokteran dikenal sebagai informatika kedokteran (medical informatics)[4]. Dalampengertian yang lebih rinci, Shortliffe mendefinisikan informatika kedokteran sebagai berikut:³Disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan, penarikandan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan (knowledge) biomedik secara optimal untuk tujuan problem solving dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, informatika kedokteranbersentuhan dengan semua ilmu dasar dan terapan dalam kedokteran dan terkait sangat eratdengan teknologi informasi modern, yaitu komputer dan komunikasi. Kehadiran informatikakedokteran sebagai disiplin baru yang terutama disebabkan oleh pesatnya kemajuan teknologikomunikasi dan komputer, menimbulkan kesadaran bahwa pengetahuan kedokteran secaraesensial tidak akan mampu terkelola (unmanageable) oleh metode berbasis kertas (paper-basedmethods).´[5]. Lingkup kajian informatika kedokteran meliputi teori dan terapan[6]. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa informatika kedokteran merupakan disiplin ilmu tersendiri.

Secara terapan, aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medik elektronik, sistempendukung keputusan medik, sistem penarikan informasi kedokteran, hingga pemanfaataninternet dan intranet untuk sektor kesehatan, termasuk merangkaikan sistem informasi klinik dengan penelusuran bibliografi berbasis internet[7]. Dengan demikian, komunitas rekam medisakan memiliki wawasan yang luas mengenai prospek teknologi informasi serta mampumenjembatani klinisi (pengguna dan penyedia utama informasi kesehatan) dengan para ahlikomputer (informatika) yang bertujuan merancang desain aplikasi dan sistem agar dapatmenghasilkan produk aplikasi manajemen informasi kesehatan di rumah sakit yang lebih efektif dan efisien.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Juni 3, 2011 at 12:30 pm (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.